en id

ANTISIPASI KECELAKAAN PESAWAT AKIBAT CUACA BURUK, BANDARA SAM RATULANGI GELAR SIMULASI HOT DRILL

01 Apr 2019

kembali ke list


Manado - Cuaca buruk yang melanda Kota Manado dan sekitarnya pada Senin petang (1/4) mengakibatkan MANGUNI AIR WR-300 dengan tipe pesawat ATR 72-500 rute Ternate - Manado yang direncanakan melakukan Return To Base (RTB) atau kembali ke bandara asal namun batal dilakukan karena bandara asal pun mengalami cuaca buruk yang tidak memungkinkan Manguni Air untuk melakukan RTB. Setelah holding beberapa saat, Manguni Air WR-300 memutuskan untuk tetap landing di Bandara Sam Ratulangi Manado.

Sebelum kejadian tersebut, sekitar pukul 16.30 WITA petugas tower menerima informasi dari pilot bahwa pesawat akan tetap landing dan informasi dilanjutkan kepada watch room Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) yang langsung menginformasikan kepada seluruh personel untuk bersiaga di kendaraan dan status kondisi tersebut menjadi siaga I. Kondisi makin kritis karena saat touch down di runway 36 Bandara Sam Ratulangi, roda pesawat sebelah kiri bagian belakang pecah dan mengakibatkan pesawat swing ke kiri dan terperosok hingga sisi kiri pesawat terbakar.

Peristiwa tersebut sontak membuat seluruh personil dan kendaraan Pemadam Kebakaran Bandara Sam Ratulangi bergerak ke arah lokasi kejadian. Accident yang terjadi pada  Manguni Air WR-300 menewaskan 3 orang penumpang dan tercatat  7 orang mengalami luka berat serta 30 orang lainnya luka ringan. Beruntung,  semua rangkaian peristiwa tersebut adalah skenario Hot Drill ARFF yang merupakan latihan penanggulangan keadaan darurat berupa crash accident pesawat.

Sebelum pelaksanaan kegiatan latihan tersebut, dilaksanakan table top dimana skenario alur komunikasi dimainkan melalui simulasi dengan gambar dan miniatur kendaraan. Serta dilakukan simulasi komunikasi tanpa adanya transkrip sehingga para pihak yang terlibat harus memahami alur komunikasi dan langkah yang harus diambil saat terjadi keadaan darurat.

 "Jadi tidak ada gladi yang dilaksanakan, semua latihan hanya di atas meja melalui simulasi table top. Harapannya, kami jadi lebih bisa menguji segala bentuk komunikasi, koordinasi, dan komando saat terjadi keadaan darurat," ungkap Minggus Gandeguai General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado.

Peserta latihan skala kecil tersebut melibatkan personel  lintas instansi yang masuk dalam komite bandara, diantaranya Airnav, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan Kepolisian Bandara. "Dengan adanya latihan seperti ini dapat meningkatkan dan menguji keterampilan personil dan kendaraan. Semua harus dipastikan siap dan terampil untuk mengantisipasi keadaan darurat," ujar Minggus.

Adapun response time kegiatan latihan kali ini yaitu 1 menit 27 detik. Ini masih masuk kriteria karena tidak lebih dari 3 menit. Pada kegiatan yang dilaksanakan ini tidak ada penerbangan yang terdampak. [HUMAS MDC]