en id

INDAHNYA TOLERANSI, BANDARA SAM RATULANGI MANADO MERIAHKAN NATAL 2019

19 Dec 2019

kembali ke list


Manado -  Semangat toleransi masih begitu terasa di Manado, hal ini setidaknya nampak pada berbagai  kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan perayaan Hari Raya Natal  dan Tahun Baru 2019/2020 di Bandara Sam Ratulangi Manado. Berbagai kegiatan menarik telah dilaksanakan sejak Kamis (19/12) diantaranya  lomba mewarnai tingkat TK yang bertempat di Food Court Lantai 2 Bandara Sam Ratulangi Manado. Ada yang menarik dari lomba ini, peserta lomba berasal dari TK Angkasa dan TK Al Azhim yang merupakan salah satu TK muslim yang berada di sekitar bandara. Sekitar 40 siswa/i TK terlihat sangat antusias menggoreskan warna-warni di kertas gambar yang mengambil latar Bandara Sam Ratulangi Manado.

Hasilnya, siswi TK Angkasa yang bernama Cindai berhasil meraih juara 1. Disusul siswi TK Al-Azhim atas nama Naira diposisi kedua, dan siswa TK Angkasa atas nama Rei berhasil meraih juara 3. Masing-masing mendapatkan piala dan paket perlengkapan sekolah.

Masih di hari yang sama, usai penyelenggaraan Lomba Mewarnai, selanjutnya dilaksanakan penyerahan bantuan dana CSR senilai Rp 20.000.000 untuk program Mudik Gratis yang diinisiasi oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan 650 paket sembako sebagai bentuk Bantuan Bina Lingkungan PT Angkasa Pura I (Persero) kepada warga yang berada di area lingkungan Bandara Sam Ratulangi Manado, adapun penerima paket sembako ini diantaranya Kelurahan Lapangan, Mapanget Barat, Paniki Bawah, Paniki 2, Desa Mapanget, Dewa Wusa, Desa Patokaan, Kampung Baru dan Warisa.

Menjadi puncak perayaan Natal bagi pengguna jasa bandara, Jumat (20/12), di area ruang tunggu lantai 2, sambil menunggu jadwal keberangkatan, para pengguna jasa disuguhkan dengan performance musik tradisional kolintang yang dengan mahir dimainkan oleh siswa/i Yayasan Joseph SD Katolik 10 Santa Theresia Manado. Beranggotakan 10 orang dengan 2 vokalis dengan lincah para siswa/i SD ini memainkan berbagai lagu daerah dan lagu bertema Natal dengan alat musik tradisional kolitang. 

Selain suguhan musik kolintang, para pengguna jasa juga bisa mengasah kreatifitasnya, karena pihak manajemen menyediakan creative class menghias topi santa yang dapat dijadikan hiasan pintu dengan bunga, hiasan tersebut selanjutnya dapat dibawa pulang para peserta. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan penampilan tari lenso dari Duta Bandara. Para pengguna jasa juga dikejutkan dengan penampilan dari komunitas bandara yang melaksanakan flashmob menyanyikan lagu Feliz Navidad dan Jingle Bell Rock. Selain berasal dari berbagai unit dan instansi, komunitas bandara ini pun berasal dari beragam latar belakang dan agama, seluruh peserta flashmob secara kompak melantunkan lagu bertema Natal tersebut.
 
Para pengguna jasa nampak terhibur dengan berbagai sajian hiburan yang disediakan selama menunggu penerbangan, penumpang Lion air asal Belanda yang hendak melakukan penerbangan ke Makassar dengan penerbangan JT 777, Ralph dan Jasmon, mengaku penampilan yang disuguhkan sangat menarik, terlebih ketika mereka menyaksikan nyanyian yang dibawakan oleh tim flashmob, sampai mereka menyangka bahwa personel yang membawakan nyanyian tersebut adalah penumpang dan akhirnya ikut menyanyi.

“Very nice its surprising actually. Very nice, when they started to sing I think they were passenger. Very nice being here”, kata Ralph. 

Usai hiburan berakhir, ada juga Santa Claus pria dan wanita yang merupakan personel AMC dan Customer Service Bandara Sam Ratulangi, membagikan berbagai bingkisan dan coklat kepada para penumpang.

General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggus Gandeguai berharap kemeriahan perayaan Natal di Bandara Sam Ratulangi khususnya tahun 2019 ini dapat memberikan kehangatan di tengah perbedaan yang ada.

 “Di momen Natal ini kita diberikan kesempatan untuk berbagi, memberi sesuatu yang bukan hanya sekedar materi, namun bagaimana kita memberikan sesuatu yang mampu menciptakan sebuah nilai. Melalui beberapa event yang turut melibatkan berbagai latar belakang dapat selalu menciptakan nuansa toleransi di setiap perayaan keagamaan yang dilaksanakan di Bandara. Terlebih Bandara Sam Ratulangi berada di tengah-tengah daerah yang selalu menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama”, ungkapnya. [Humas MDC]